Penerus Bangsa ~ BYF budaya Membaca
Indonesia merupakan Negara kepulauan, yang tersebar luas dari sabang sampai merauke, dari pulau nias hingga pulau rote. Indonesia dengan kemajemukan, ragam Agama, adat istiadat, kebudayaan dan bahasa tersebar luas di negeri kepulauan ini. Dipersatukan dengan balutan kebhinekaan, meski berbeda-beda namun tetap satu yaitu Indonesia.
Terletak dipesisir barat pulau sumatera, provinsi sederhana dengan beragam budaya didalamnya. Sempat menjadi pengasingan Bungkarno pada 1939-1942. Tempat lahirnya pahlawan penjahit sang merah putih, Fatmawati. Ya inilah Bengkulu namanya. Keindahan alam dan keunikan tumbuhan langkanya menjadikan kota ini disebut sebagai Bumi Rafflesia.
Pagi itu mentari hadir dengan sangat indah. Memberikan semangat juang untuk para generasi muda harapan bangsa dimasa mendatang. Gerombolan bocah-bocah kecil berdatangan menghampiri kami dengan riuh dan ramainya mereka menyambut dengan bahagia.
Bocah kecil dengan wajah polos dan lugu, akhir-akhir ini kerap menjadi korban dari benda mematikan. Dewasa ini dunia semakin canggih, alat-alat elektronik bermunculan dan dengan mudahnya dapat digunakan hanya dengan satu genggaman.
Kecanggihan itu terkadang membuat terlena, bagi mereka yang menggunakan. Celaka, jika benda berbhaya itu ada ditangan mereka, para generasi emas penerus bangsa. Tak dapat dipungkiri kecanduan gadget menyebabkan kemerosotan pola pikir dan minat baca. Fasilitas gadget yang membabibuta serangan game online maupun ofline yang merajalela menjadi dunia hitam bagi bocah belia yang belum cukup untuk menerimannya.
Melihat fenomena yang ada, sekelompok pemuda tak kenal diam. Salah satu komunitas Bengkulu Yout Forum mempunyai agenda rutin dalam mementaskan generasi muda dari candu gadget terus digaungkan.
Lapak taman baca pantai berkas, disinilah pemuda mengajak anak-anak bangsa untuk ikut belajar bersama, dan membaca menjadi focus ajaran utama. Meski hanya lapak kecil, dengan bentangan tikar seadanya mereka rajin dan tekun serta sabar dalam menghadapi keanekaragaman anak-anak skitar taman pantai berkas. Berlokasi di kecamatan teluk segara kota Bengkulu, disinilah para pemuda mengisi waktu luang dengan berbagi ilmu pengetahuan, kepada anak-anak yang tinggal di sekitar taman pantai berkas.
Pepatah mengatakan membaca adalah jendela dunia, dimana dengan membaca kita akan berimajinasi, menggali dan mencari secercah harapan untuk pundi-pundi ilmu pengetahuan dimasa mendatang. Lapak taman baca pantai berkas menjadi gebrakan baru untuk terus berjuang meneruskan tonggak estafet masa depan, dengan harapan munculnya keinginan membaca menjadi rutinitas keseharian.
Antusiaseme pejuang cilik dalam belajar membaca menjadikan adanya harapan bahwa kita bisa membuat perubahan, dengan terus memperkenalkan dunia baca kepada generasi penerus bangsa. Kita lawan jajahan dunia maya dengan membaca. Lapak taman baca pantai berkas akan terus terbuka. Karena bagaimanapun kalau tidak sekarang kapan lagi dan jika bukan kita siapa lagi.
Komentar
Posting Komentar